Arsip

Archive for Desember, 2009

Konfigurasi K-Touch E329 di Ubuntu / LinuxMint

Desember 31, 2009 31 komentar

Mungkin ini merupakan artikel pertama yang terposting di internet mengenai konfigurasi K-Touch.  (Narcis Mode On)

Sebelumnya saya juga mengalami kesulitan dan nyaris putus asa, bayangkan saya telah mencoba, mencari informasi melakukan ini dan itu hanya untuk supaya Modem K-Touch E329 saya dapat terkoneksi di internet di Ubuntu / Linux Mint.

Rata-rata artikel-artikel yang didapat dari Google merupakan konfigurasi untuk modem ZTE, Haier dan sebagainya. Dan untuk K-Touch belum pernah ketemu (mungkin masih tergolong baru).

Saat ini Saya menggunakan Linux Mint 8 (Ubuntu Karmic), dan apabila anda merupakan pengguna Ubuntu Jaunty maka anda harus melakukan upgrade kernel ke versi yang lebih baru, karena kernel bawaan dari Ubuntu Jaunty tidak support usbserial.

Langkah-langkah Konfigurasi :
Baca selanjutnya…

Iklan

Num Lock Pada Fluxbox

Saya mengalami masalah yang lumayan unik. Fluxbox yang sudah saya install ke dalam ubuntu server tidak menyala setiap startx dijalankan… pada hal sebelumnya di terminal sudah dijalankan.

sehingga setiap kali hendak memasukkan angka harus perhatikan terlebih dahulu num locknya…

Apabila anda juga mengalami masalah seperti diatas, solusinya sangat mudah. anda hanya perlu melakukan instalasi package numlockx yang sudah disediakan direpository ubuntu.

sudo apt-get install numlockx

setelah itu dipastikan setiap kali anda menjalankan startx maka numlock akan secara otomatis menyala.

Apabila setelah diinstall numlockx nya, dan numlock masih tidak mau bekerja sama, coba pelajari bahasan yang ada di forum ini

Kategori:Linux Tag:, , ,

Full Guide Using Fluxbox

Getting Started

Full Guide

Thanks to narada; he is the author of this guide. You can find it at: [1]

Starting Fluxbox

Method 1: KDM/GDM

Users of KDM or GDM will find a new fluxbox entry added to their session menu automatically. Simply choose the fluxbox option when logging in.

Method 2: ~/.xinitrc

Edit ~/.xinitrc and add the following code:

exec fluxbox

or if you would like to use the ‘startfluxbox’ file, add this line instead:

exec startfluxbox

startfluxbox is the recommended method, as this will also execute any programs defined in ~/.fluxbox/startup.

Note: There can only be one exec line in your ~/.xinitrc file.

If it crashes on startup, it may be a locale problem. Setting LC_ALL to the default “C” locale, may avoid this crash. 1. Baca selanjutnya…

Konfigurasi file /etc/sudoers

Pada umumnya file /etc/sudoers pada semua versi Ubuntu berisi seperti ini

# /etc/sudoers
#
# This file MUST be edited with the ‘visudo’ command as root.
#
# See the man page for details on how to write a sudoers file.
#

# Host alias specification

# User alias specification

# Cmnd alias specification

# User privilege specification
root ALL=(ALL) ALL

# Members of the admin group may gain root privileges
%admin ALL=(ALL) ALL

Yang menyatakah bahwa setiap orang yang merupakan root dapat melakukan semuanya.
Terkadang kita perlu melakukan beberapa konfigurasi ulang pada file ini sesuai dengan kebutuhan.
Seperti mengatur supaya pengguna untuk menjalankan perintah sebagai root (atau user lain) tanpa perlu memasukkan untuk sandi.

Maka perlu dilakukan Konfigurasi program “sudo” terletak di file /etc/sudoers. Hanya perlu manambahkan file berikut : Baca selanjutnya…

Troubleshooting Sudo

Untuk pada pengguna Linux, perintah sudo pasti tidak asing lagi. Tetapi masih sering saya jumpai banyak sekali user yang masih bertanya-tanya:

Apa sih sebenarnya itu Sudo?

Sudo adalah program yang terdapat di keluarga UNIX yang digunakan untuk menjalankan perintah yang membutuhkan akses dari akun root [1]. Sudo hanya dapat digunakan oleh user yang sudah terdaftar di file /etc/sudoers. Pada saat dijalankan sudo akan meminta password user yang menjalankan sudo tersebut, tetapi bisa juga dibuat untuk meminta password root atau tanpa password sama sekali. Secara default password yang dimasukkan tadi akan disimpan selama 15 menit agar dalam waktu 15 menit kedepan anda tidak perlu lagi memasukkan password jika menggunakan sudo.

Mengapa kita harus menggunakan sudo? Baca selanjutnya…

Kategori:Linux Tag:, , , , ,

Menggunakan Repository UBuntu Versi Lain

Desember 25, 2009 2 komentar

Sumber : http://.masiqbal.net

“Bisa nggak ya repository ubuntu yang kita punya saat ini digunakan ke ubuntu versi lain?” Inilah sebuah pertanyaan yang mengganjal di kepalaku, yup semenjak kemaren saya upgrade ke ubuntu karmic

Bagi Anda yang mempunyai koneksi internet dirumah mungkin hal ini bukanlah sebuah halangan, bagi saya agak merepotkan bila setiap kali membutuhkan sesuatu, entah itu hanya sekedar untuk update atau men-download program harus mencari-cari koneksi internet, sebetulnya sih bisa menggunakan handphone, tapi males ah… cari yang gratisan ajah… tapi emang dasar dari aku-nya sendiri yang malesan, sebetulnya bisa kok menggunakan repository ubuntu karmic yang sudah disediakan oleh si-BOS, tinggal maen ke kampus aja, cari hotspot, jadi deh… berhubung rasa malasku mengalahkan segalanya, akhirnya muncul juga tuh pertanyaan diatas, ya udah… karena penasaran akhirnya niat jail untuk utak-atik keluar juga, diakali ajah ah biar bisa… siapa tau emang bener-bener bisa… iya nggak?

Setelah diutak-atik akhirnya rasa penasaran saya terjawab sudah, BISA chuuyy… akhirnya… Ubuntu repository one for all terwujud juga saat ini repository ubuntu yang saya miliki berupa image dvd (iso) repository ubuntu 9.04 jaunty jackalope. Pada utak-atik kali ini saya mencoba merubah image dvd repository yang saya miliki tersebut agar bisa digunakan sebagai repository ubuntu 9.10 karmic koala. Saat ini kebanyakan repository ubuntu untuk karmic yang disediakan masih berupa download langsung dari internet, belum ada yang berupa image dvd, nah bagi Anda yang penasaran, silahkan ikuti langkah-demi langkah berikut untuk menyulap image dvd repository yang Anda miliki supaya bisa digunakan di semua versi ubuntu… yuk…
Baca selanjutnya…