Beranda > Linux > Troubleshooting Sudo

Troubleshooting Sudo

Untuk pada pengguna Linux, perintah sudo pasti tidak asing lagi. Tetapi masih sering saya jumpai banyak sekali user yang masih bertanya-tanya:

Apa sih sebenarnya itu Sudo?

Sudo adalah program yang terdapat di keluarga UNIX yang digunakan untuk menjalankan perintah yang membutuhkan akses dari akun root [1]. Sudo hanya dapat digunakan oleh user yang sudah terdaftar di file /etc/sudoers. Pada saat dijalankan sudo akan meminta password user yang menjalankan sudo tersebut, tetapi bisa juga dibuat untuk meminta password root atau tanpa password sama sekali. Secara default password yang dimasukkan tadi akan disimpan selama 15 menit agar dalam waktu 15 menit kedepan anda tidak perlu lagi memasukkan password jika menggunakan sudo.

Mengapa kita harus menggunakan sudo?

Di keluarga Unix ada super user yang namanya root. Super user ini dapat melakukan apapun terhadap sistem. Melakukan pekerjaan umum dengan menggunakan akun root ini mempunyai resiko yang berbahaya karena jika salah mengetikkan maka akan dapat merusak sistem. Baiknya untuk pekerjaan umum kita menggunakan akun biasa dan menggunakan akun root jika memang sangat diperlukan. Untuk itu sudo diciptakan agar akun biasa dapat menjalankan perintah yang membutuhkan akses dari akun root tanpa harus login lagi dengan akun root. Sudo juga mencatat setiap perintah yang dijalankan dengan menggunakan sudo dan menyimpannya di file /var/log/auth.log. Ini memudahkan kita untuk melakukan track back suatu saat nanti.

Kelemahan Sudo

Bagi para pengguna Linux yang suka mengutak-atik Linux, pasti pernah menemui sudo tidak bisa dijalankan karena terjadi kerusakan pada file configurasinya. File konfigurasi sudo biasanya diletakkan di /etc/sudoers. Apabila terjadi kesalahan dalam pengaturan terhadap /etc/sudoers, maka akan mengakibatkan sebuah kesalahan fatal yang mengakibatkan perintah sudo tidak dapat digunakan lagi.

Solusi Apabila File /etc/sudoers Rusak.

Langkah pertama adalah kita harus melakukan booting komputer melalui pilihan kernal recovery mode, biasanya pilihan grub selalu ditampilkan diawal setiap kali kita melakukan booting komputer. Tetapi pada beberapa distro versi Linux, pilihan tersebut dihilangkan sehingga untuk dapat melakukan pemilihan tersebut, anda harus menggunakan tombol ESC saat booting berlangsung.

Kernel recovery mode tersebut akan memberikan kita login dengan otoritas root, sehingga kita bisa melakukan perbaikan terhadap file /etc/sudoers yang telah rusak.

Kesimpulan:

apabila sudo anda tidak bisa berfungsi karena diakibatkan oleh rusaknya file /etc/sudoers, maka anda dapat memperbaikinya dengan menggunakan booting recovery mode. Selamat mencoba


Kategori:Linux Tag:, , , , ,
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: